Pengangguran Banten Nomor 2 di RI, Pengusaha Soroti Perizinan

Pengangguran Banten Nomor 2 di RI, Pengusaha Soroti Perizinan Paradoks di Banten yaitu duduki ranking pengangguran nomor 2 di Indonesia padahal memiliki 14 ribu industri. Melihat hal itu, Himpunan Pengusaha Wilayah Serang Timur (Hipwis) menyoroti soal kemudahan perizinan di daerah Banten.

“Saran buat pemerintah kemudahan dalam perizinan supaya bisa masuk investasi, sehingga tenaga kerja di Serang bisa berkurang,” kata humas Hipwis Arif Madali saat berbincang, Serang, Banten, Rabu (9/5/2018).

Ia mengatakan, di wilayah Serang Timur ada sekitar 400 perusahaan dengan industri besar. Seperti Indah Kiat dan Nikomas. Menurutnya, ada semacam kesepakatan tak tertulis yang sebetulnya mengutamakan warga di sekitar industri agar masuk dalam perusahaan. Bahkan, perusahaan bekerja sama dengan pihak desa untuk mempekerjakan warganya di bidang non skill sebagai bentuk penyerapan tenaga kerja.Tapi di sisi lain, ia juga menurutkan soal kendala lain bagi perusahaan terkait dengan isu percaloan. Ada oknum makelar di wilayah industri yang mencatut perusahaan dalam penerimaan tenaga kerja. Calo ini meminta Rp 3-4 juta bagi para pencari kerja yang ingin bekerja di industri-industri.

“Pasti menjadi kendala, nanti mereka (para calo) ngomongin buat HRD sekian-sekian. Mana ada mau kerja setor uang,” ujarnya.

Isu pengangguran ini di lingkungan Hipwis sudah terdengar sejak lama. Bahkan, di perusahaan seperti Indah Kiat Pulp and Paper di mana ia bekerja, pun mendengar isu ini.

“Itu biasanya yang mengaku perusahaan, kita sampaikan kalau terima uang nggak mau kita terima, karena kita karyawan bersih,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *